Tuesday, August 19, 2014

PARA SANTRI DALAM KEMERDEKAAN

Kaum Santri Zaman Dahulu Di Depan Masjid Al-Muttaqin

Santri adalah sebuah julukan bagi pelajar atau pencari ilmu-ilmu agama Islam. Kata “santri” dalam berbagai bahasa yang telah diserap dalam bahasa Indonesia mengandung makna kaum terpelajar. Peran kaum santri dalam mendirikan, memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan telah banyak tercatat dalam sejarah perjuangan bangsa ini. Namun, sangat disayangkan kemunculan Orde Baru telah menghilangkan dan menghapus sejarah dan kenangan perjuangan kaum santri di masa lalu, karena ketidaksukaan Pak Harto pada peran santri dan ulama dalam pembangunan bangsa.  
Dalam masa sebelum berdirinya bangsa Indonesia, kaum santri sudah turut andil dalam membangun peradaban dan pendidikan masyarakat di Indonesia. Sebut saja peran Walisongo dan santri-santrinya yang telah memberi angin segar bagi majunya peradaban, budaya dan pendidikan di masyarakat. Walisongo dan santri-santrinya telah mengajarkan masyarakat Indonesia tentang kesamaan derajat dan arti pentingnya persatuan dan kesatuan dalam mewujudkan masyarakat yang kuat dan berdaulat.
Keruntuhan kerajaan-kerajaan besar dan perang saudara antar kerajaan kecil di Indonesia serta dibarengi dengan kedatangan kolonial Belanda telah memudahkan Belanda untuk menjajah Indonesia. Dari situlah kemerdekaan dan kebebasan bangsa Indonesia telah direnggut. Kaum santri hanya bisa bergerak dan berjuang di daerah yang didiaminya saja karena sulitnya komunikasi antar daerah akibat penjajahan Belanda.
Peran perjuangan kaum santri mulai tampak bersatu seiring berdirinya beberapa organisasi Islam dan barisan hizbullah dan sabilillah. Dengan peran-peran itulah, kaum santri dan pemuda Islam berjuang dari satu daerah ke daerah yang lain untuk melumpuhkan kekuatan diplomasi dan milisi Belanda. Dari medan perang, santri bergerak dalam barisan hizbullah dan sabilillah, sedang di meja perundingan santri bergerak dalam organisasi perjuangan.
Namun, di saat melemahnya kekuatan Belanda di Indonesia, datanglah tentara Jepang yang mengaku sebagai pemimpin negara-negara Asia. Jepang berhasil mengusir Belanda di Indonesia dengan mempropagandakan bahwa Jepang adalah pelindung bangsa-bangsa Asia Timur Raya.
Setelah kurang lebih 3,5 tahun menjajah Indonesia, akhirnya Jepang menyerah juga di tangan pejuang dan kaum santri Indonesia seiring kekalahan mereka di pentas perang dunia dan dihancurkannya Nagasaki dan Hiroshima. Kekalahan mereka di pentas perang dunia dan direbutnya kekuasaan mereka di Indonesia oleh pejuang dan kaum santri Indonesia membawa angin segar bagi kebebasan dan kemerdekaan Indonesia.
Setelah ratusan tahun berjuang dan bergerak mendirikan, memperjuangkan dan mempertahankan bangsa Indonesia. Akhirnya, pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia diakui oleh dunia sebagai bangsa yang merdeka. Kaum santri telah berjasa memerdekakan bangsa Indonesia dengan kekuatan diplomasi dan milisinya.
Bagi kaum santri, perjuangan memerdekakan tanah air tercinta adalah wajib hukumnya. Lebih-lebih bangsa Indonesia pada waktu itu berpenduduk Islam terbesar. Sehingga membela tanah airnya sekaligus juga membela agamanya.
Kini, umur kemerdekaan kita sudah 69 tahun. Sebuah pencapaian usia yang cukup tua. Ratusan tahun kaum santri telah berperan dalam perjuangan bangsa ini sejak belum lahirnya Indonesia. Namun, peran kaum santri hampir tidak terlihat oleh sebagian besar anak bangsa akibat 32 tahun didiskreditkan oleh Orde Baru.
Di era reformasi ini, kaum santri harus mulai bangkit kembali membangun tatanan budaya, ekonomi dan pendidikan agar muncul kembali semangat pejuang-pejuang kaum santri yang telah mewariskan Indonesia kepada kita. Mereka rela mengorbankan jiwa, raga dan harta untuk kemerdekaan bangsa tercintanya. Maka, kita juga harus rela mengorbankan waktu, tenaga dan harta untuk kemaslahatan bangsa Indonesia. Merdeka !!!
Sumber: http://talimulquranalasror.blogspot.com

0 comments:

Post a Comment

 
Template designed by Liza Burhan